Pertempuran Yang Tidak Seimbang


Pendahuluan:

Hari ini saya ingin memulai sebuah seri khotbah yang baru dengan judul yang sedikit berbeda dari biasanya – Pertempuran yang Tidak Seimbang. Ketika saya berdoa sambil merenungkan Firman Allah, saya merasa seperti seolah-olah Tuhan mengingatkan saya peristiwa pertempuran Daud Versus Goliat. Kalau dipikir-pikir bukankah sebenarnya ini adalah sebuah pertempuran yang tidak seimbang. Secara manusia bagaimana mungkin seorang Daud bisa mengalahkan raksasa sebesar Goliat?! Ini tidak adil. Bayangkan saja Daud dengan segala keterbatasannya harus berhadapan dengan Goliat yang memiliki banyak kelebihan yang luarbiasa.

PRIFOL GOLIAT – Baca 1 Samuel 17:1-8 !!!

1 Orang Filistin mengumpulkan tentaranya untuk berperang; mereka berkumpul di Sokho yang di tanah Yehuda dan berkemah antara Sokho dan Azeka di Efes-Damim. 2 Saul dan orang-orang Israel juga berkumpul dan berkemah di Lembah Tarbantin; mereka mengatur barisan perangnya berhadapan dengan orang Filistin. 3 Orang Filistin berdiri di bukit sebelah sini dan orang Israel berdiri di bukit sebelah sana, dan lembah ada di antara mereka. 4 Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin. Namanya Goliat, dari Gat. Tingginya enam hasta sejengkal. 5 Ketopong tembaga ada di kepalanya, dan ia memakai baju zirah yang bersisik; berat baju zirah ini lima ribu syikal tembaga. 6 Dia memakai penutup kaki dari tembaga, dan di bahunya ia memanggul lembing tembaga. 7 Gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun, dan mata tombaknya itu enam ratus syikal besi beratnya. Dan seorang pembawa perisai berjalan di depannya.

Kali ini saya ingin ada seorang sukarelawan yang membantu saya memberikan peragaan dalam khotbah ini, berperan sebagai Goliat.

PROFIL DAUD – Baca 1 Samuel 16:10-1 !!! (Sekarang bandingkan Goliat dengan Daud)

10 Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: “Semuanya ini tidak dipilih TUHAN.” 11 Lalu Samuel berkata kepada Isai: “Inikah anakmu semuanya?” Jawabnya: “Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba.” Kata Samuel kepada Isai: “Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari.” 12 Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.”

Nah sekarang saya minta seorang lagi sukarelawan yang berperan sebagai Daud.
Kita akan adakan kontes singkat untuk mengukur seberapa besar kekuatan Goliat dan Daud ini – SETUJU?! Saya minta seluruh jemaat jadi JURI (Are you ready? Are you ready? Let’s get it done!).
 Tolong tunjukkan otot tubuh anda seperti seorang binaragawan yang sedang kontes!
 Tolong coba tahan dorongan saya ini!
 Tolong angkat tubuh lawan anda!

Sekarang kita semua sudah mengetahui kekuatan masing-masing, kalau seandainya sekarang ini kita adakan WCW di sini, kira-kira siapa yang bakalan menang? GOLIAT !!! Bisa dikatakan 99,99999% Goliat bakal memenangkan pertempuran itu.

Akan tetapi diluar perkiraan manusia, tiba-tiba Daud yang tadinya ada di posisi underdog / pupuk bawang alias tidak diperhitungkan sama sekali, bisa memberikan perlawanan yang luarbiasa bahkan berhasil mengalahkan Goliat dengan kemenangan yang sangat memukau.

Dari orang yang tadinya tidak dipandang sebelah mata sama sekali, tiba-tiba berubah menjadi seorang pahlawan. Bahkan namanya melejit sebagai THE NEW RISING STAR / BINTANG BARU YANG SEDANG BERSINAR mengalahkan popularitas Saul yang adalah rajanya sendiri. Bangsa Israel membuat nyanyi-nyanyian untuk Daud: Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tapi Daud mengalahkan berlaksa-laksa. Sekalipun di hadapannya, Daud harus menghadapi THE UNFAIR BATTLE / Pertempuran yang Tidak Seimbang, tapi ternyata Daud berhasil keluar sebagai pemenangnya.

Kalau kita mau jujur, kadang-kadang keadaan kita tidak jauh berbeda dengan Daud pada waktu ia diperhadapkan pada Goliat. Seakan-akan tantangan yang ada di depan kita adalah gunung besar yang tidak tergoyahkan sama sekali. Seolah-oleh persoalan dan permasalahan kita ibaratnya seperti raksasa yang siap untuk menelan habis kita. Kita merasa harus berhadapan dengan suatu situasi dan kondisi yang diluar kekuatan dan kemampuan kita secara manusia. Sepertinya kita sudah kalah sebelum maju berperang dalam pertempuran yang sangat tidak adil itu. Kita merasa tidak punya daya kekuatan sama sekali untuk menghadapi apa yang ada dihadapan kita.

Kalau itu yang sedang anda rasakan, JANGAN TAKUT !!! Tuhan yang sama yang memberi kemenangan kepada Daud, Dia juga sanggup memberikian kemenangan pada anda. Sekalipun kita menghadapi pertempuran yang tidak seimbang, seolah-olah di luar kemampuan kita, akan tetapi percayalah situasi dan keadaan itu bisa berubah. Daud bisa muncul sebagai pemenang, itu sebabnya kita semua juga akan muncul sebagai pemenang.

Isi:

BAGAIMANA DAUD MEMENANGKAN PERTEMPURAN YANG TIDAK SEIMBANG?


1. Daud berharap penuh pada Tuhan dan bukan manusia.

a. Baca 1 Samuel 17:45-47 !!!

45 Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. 46 Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, 47 dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”

b. Satu karakter yang sangat kentara sekali dalam hidup adalah Daud mengandalkan Tuhan lebih dari segala-galanya. Perhatikan perkataan Daud pada Goliat: engkau mendatangi aku dengan PEDANG dan LEMBING, tapi aku mendatangi engkau dengan NAMA TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kau tantang itu. Harusnya ketika seseorang pergi berperang, senjata yang dia andalkan adalah tombak dan lembing. Akan tetapi ketika Daud pergi berperang, lebih dari tombak dan lembing, ia berharap kepada Tuhan. MENGAPA? Daud berkata begini: SEBAB DI TANGAN TUHANLAH PERTEMPURAN.

Daud tau satu prinsip yang sering tidak disadari oleh orang lain: sekuat apapun dan sehebat apapun seseorang, tapi kalau Tuhan tidak di pihaknya dia pasti kalah. Sebaliknya selemah apapun dan seterbatas apapun kita, tapi kalau Allah di pihak kita, siapakah lawan kita, kita pasti menang bahkan muncul menjadi lebih dari pemenang.

c. Apakah saudara sedang merasa bahwa masalah saudara besarnya seperti Goliat, sedangkan kekuatan anda sekecil postur tubuh Daud dibandingkan Goliat?!


Apakah saudara sedang merasakan bahwa masalah yang terjadi dalam kehidupan saudara, seperti seolah-olah tinggal sedikit lagi mau menanggelamkan kehidupan anda?! Apakah saudara merasa bahwa secara manusia, saudara tidak mungkin bisa keluar dari masalah itu, apalagi mengalahkan masalah itu?!

Hari ini dengarkan Firman Tuhan: DI TANGAN TUHANLAH PERTEMPURAN. Kemenangan saudara tidak ditentukan oleh besar kecilnya kekuatan anda. Kekalahan anda tidak ditentukan oleh besar kecilnya masalah anda. Satu hal yang pasti: Kalau Allah di pihak kita – tidak peduli apakah tombak masalah itu sangat tajam dan mengerikan – Kalau Allah di pihak kita – tidak peduli sehebat apapun lembing yang sedang mengancam bisnis, keluarga, dan kehidupan anda – Kalau Allah di pihak kita, siapakah lawan kita, pasti kita muncul menjadi pemenang dan lebih dari pemenang. Itu sebabnya berharaplah kepada Tuhan. Jangan berharap pada manusia, jangan berharap pada uang, jangan berharap pada skill kekuatan kita sendiri, berharaplah pada Tuhan, maka Tuhan akan memberikan kemenangan yang gilang gemilang.

d. Applikasi:

 MASALAH KELUARGA (UMUM): Mungkin hari-hari ini sesuatu sedang terjadi dalam keluarga anda dan itu membuat anda kalang kabut. Pikiran negatif, kekhawatiran, dan ketakutan mulai berseliweran di benak kita. Saudara kadang berkata dalam hati anda sendiri: “Tuhan saya sudah tidak kuat lagi, masalah itu bukannya selesai, tapi bertambah rumit, kesalahpahaman saya sama suami / istri saya bertambah besar, setiap kali kami mau berbicara untuk menyelesaikan masalah, malah masalah itu bertambah runcing. Hati saya sakit sekali, saya kecewa dengan dia. Kalau Engkau ijinkan, Tuhan, aku memilih untuk cerai. Aku sudah tidak kuat lagi”

Hari ini belajarlah dari Daud, dia tidak menyerah dengan masalah yang ada di depannya. Dia tidak mau menyerah dan mengaku kalah dengan masalahnya. Tapi Daud berharap penuh kepada Tuhan. Dengarkan baik-baik: Kalau engkau menolak untuk berlutut pada masalahmu, maka masalahmu akan berlutut kepadamu. Hari ini buka hatimu dan ijinkan Firman Tuhan berbicara: Serahkan segala kekhawatiranmu pada Tuhan, berharaplah hanya kepada Tuhan, sebab di tangan Tuhanlah peperangan, di tangan Tuhanlah kemenanga, ditangan Tuhanlah jawaban doa kita. Kalau kita berharap pada Tuhan, maka Tuhan akan turut campur, membela kita, dan memberi kelegaan dan jawaban doa yang luarbiasa bagi kita.

 MASALAH HUBUNGAN ORTU DAN ANAK (YOUTH): Kadang masalah yang membuat kita pusing tujuh keliling adalah masalah dengan orang tua kita. Bukan berarti orang tua kita adalah Goliat !!! Ingat baik-baik bahwa peperangan kita bukan melawan darah dan daging, tapi melawan penghulu0penghulu jahat di udara. Amin?!

Tapi ketika kita merasa orang tua kita tidak memahami kita, tidak pernah memperhatikan kita, tidak bertanggung jawab seperti seharusnya orang tua, bahkan memaksakan pikirannya atas hidup kita. Bukan hanya itu, tapi kadang orang tua membuat keputusan yang salah sehingga kita semua seluruh anggota keluarga harus menanggung konsekwensinya. Apalagi kalau orang tua kita adalah tipe orang tua yang suka memggunakan kekerasan, bicara dengan kasar dan tidak berpengertian, main tangan menghajar mama kita, pulang ke rumah mabuk-mabukan dan tidak karuan.

Akibatnya kita kecewa, kita sakit hati, kita benci, tapi kita tidak tau harus berbuat apa. Akhirnya kita ketemu dengan teman-teman yang salah, akhirnya kita ikut-ikutan minum-minuman keras, kita mulai terperangkap dengan narkoba, kita mulai semakin terjerumus dengan dunia hitam. Sebagian lagi mulai masuk dalam cara berpacaran yang salah, kita melakukan yang seharusnya tidak kita lakukan dengan pacar kita. Ketika hubungan itu semakin dalam, kita tidak bisa lagi mengendalikan diri kita. Dan akhirnya yang cewek hamil dan seakan-akan mendengar fakta itu saja sudah seperti godam goliat yang besar yang menghancurkan hidup kita. Kita tidak tau harus berbuat apa.

Hari ini dengarkan baik-baik Firman Tuhan: Masih ada harapan! Kalau kita datang kepada Tuhan, berserah penuh kepada Tuhan, minta pertolongan Tuhan, kalau kita memohon pengampunan daripadaNya, Allah kita adalah Allah yang setia yang akan mengampuni, menguduskan dan mengangkat hidupmu kembali dari lumpur dosa, dan lembah kelam, masuk pada tarang kemuliaan Allah yang ajaib. Buka hidupmu di hadapan Tuhan!

 MASALAH HUTANG PIUTANG (UMUM): Salah satu musuh yang paling berat yang biasanya kita hadapi adalah ketika kita mempunyai tanggung jawab hutang dalam jumlah yang besar, tapi kita merasa tidak mempunyai kekuatan untuk menyelesaikan tanggung jawab tersebut. Dalam keadaan seperti itu, kebanyakan orang akan merasa panik, takut, dan hanya ada bayangan gelap untuk masa depan. Kita bingung jawaban apa yang harus kita berikan untuk tagihan kanan kiri yang mulai berdatangan. Bahkan kita tidak berani untuk mengangkat gagang telpon di rumah kita, kita tau itu mereka yang akan meneror, mengancam dan membentak-bentak kita. Belum lagi nama kita yang sudah rusak beredar di lingkungan kita sehingga kita malu untuk bertemu dengan kawan-kawan kita. Dst.

Mungkin besarnya hutang anda seperti Goliat yang waktu itu berteriak, mengancam dan menakuti bangsa Israel sehingga bangsa Israel bersembunyi dan tidak berani menghadapi raksasa itu. Bahkan ketika anda membandingkan kekuatan anda sendiri untuk menghadapi Goliat hutang itu, anda merasa bahwa diri anda sekecil Daud yang secara manusia tidak mungkin, mustahil, dan tidak diperhitungkan.

Dengarkan baik-baik, kalau anda hadapi dengan kekuatan sendiri, anda pasti kalah. Tapi hari ini Firman Tuhan berkata: Andalkanlah Tuhan! Berharaplah kepada Tuhan! Sebab di tangan Tuhanlah kemenangan sebuah pertempuran. Saat tidak ada jalan, Allah sanggup untuk membuka jalan baru bagi kita. Allah sanggup untuk memberkati kita. Saat kita berpikir bahwa satu-satunya cara untuk keluar dari masalah itu adalah lari dan tidak membayar hutang itu, tapi percayalah Allah sanggup untuk memberkati anda, Allah sanggup untuk menggerakkan burung gagak menyediakan kebutuhan anda, Allah sanggup mengirimkan orang-orang untuk memberikan kemudahan dan jalan bagi anda. Berharaplah pada Tuhan karena Dialah kekuatan kita, Dialah penolong kita, Dialah gunung batu kita.

 MASALAH KRISIS PRIBADI (UMUM & YOUTH): Kadang-kadang masalah yang kita hadapi bukan hanya masalah di luar diri kita, akan tetapi masalah yang berada di dalam diri kita sendiri sehingga kita mengalami yang namanya krisis pribadi. Apa saja penyebabnya? Penyebab nomer satu adalah KEHILANGAN PERSEKUTUAN YANG INTIM DENGAN TUHAN dan penyebab nomer duanya adalah KEHILANGAN VISI.

Tadinya kita adalah orang yang sangat mengasihi Tuhan, kita dekat dengan Tuhan, kita semangat menyala-nyala dalam melayani Tuhan. Akan tetapi proses hidup berjalan, berbagai fase hidup kita lalui, ketemu dengan beraneka ragam orang. Dan entah bagamana kita kehilangan keintiman kita dengan Tuhan, kita mulai kendur bahkan sangat kendur dalam berdoa. Kita tidak lagi sungguh-sungguh membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Akibatnya kita mulai kehilangan visi, kita mulai merasa tidak mempunyai tujuan hidup, bahkan kita tidak tau apa yang harus kita lakukan lagi dalam hidup, pekerjaan, dan pelayanan kita. Seolah-olah hidup kita kosong dan tidak berguna. Kita merada jauh dengan Tuhan.

Jangan sepelekan masalah seperti ini. Ini bukan masalah yang ringan, ini adalah sebuah Goliat yang bisa menghancurkan kehidupan seseorang. Dan satu-satunya cara untuk kita mengalahkan masalah ini, adalah mengalami ENCOUNTER WITH GOD atau PERJUMPAAN PRIBADI DENGAN TUHAN.

Ketika anda mengalami jamahan kuasaNya dalam hidup anda, anda diselimuti dengan kehangatan kasihNya, maka air mata akan mengalir keluar dengan deras, hati anda akan diubahkan oleh Tuhan, visi yang baru Tuhan berikan, tujuan hidup yang baru Tuhan berikan, semangat dan kekuatan yang baru akan menjadi milik anda dan anda bangkit menjadi manusia baru yang rohani yang diurapi Allah untuk melakukan perkara-perkara yang besar.

e. Kesaksian:

2. Daud menggunakan kuasa perkataan.

a. Baca 1 Samuel 17:8-11 !!!

8 Ia (Goliat) berdiri dan berseru kepada barisan Israel, katanya kepada mereka: “Mengapa kamu keluar untuk mengatur barisan perangmu? Bukankah aku seorang Filistin dan kamu adalah hamba Saul? Pilihlah bagimu seorang, dan biarlah ia turun mendapatkan daku. 9 Jika ia dapat berperang melawan aku dan mengalahkan aku, maka kami akan menjadi hambamu; tetapi jika aku dapat mengungguli dia dan mengalahkannya, maka kamu akan menjadi hamba kami dan takluk kepada kami.” 10 Pula kata orang Filistin itu: “Aku menantang hari ini barisan Israel; berikanlah kepadaku seorang, supaya kami berperang seorang lawan seorang.” 11 Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan.

b. Dengarkan baik-baik: Salah satu senjata yang paling sering dipakai Iblis untuk melumpuhkan kekuatan kita, orang Kristen, adalah SUARA INTIMIDASI. Dia akan pakai segala macam perkataan intimidasi untuk menekan, menghina, mengolok-olok, membuat kita tegang, stress, depresi dan ketakutan. Kalau kita ijinkan suara ini terus mendengung-dengung seperti itu, maka kita akan seperti Saul dan orang Israel yang mendengar perkataan orang Filistin itu, hati kita akan menjadi cemas dan ketakutan. Ketika kita menjadi cemas dan ketakutan sesungguhnya pertempuran sudah menjadi tidak seimbang, dengan sangat mudah Iblis akan melumpuhkan kita.

Tapi lihat bagaimana respon Daud ketika dia mendengar SUARA INTIMIDASI ini!

c. Baca 1 Samuel 17:41-47 !!!

41 Orang Filistin itu kian dekat menghampiri Daud dan di depannya orang yang membawa perisainya. 42 Ketika orang Filistin itu menujukan pandangnya ke arah Daud serta melihat dia, dihinanya Daud itu karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya. 43 Orang Filistin itu berkata kepada Daud: “Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?” Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud. 44 Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: “Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang.” 45 Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. 46 Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, 47 dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”

d. Ketika Goliat mengancam dan mengutuki Daud, dia tidak tinggal diam, tapi dia bangkit dan menggunakan KUASA PERKATAAN. Bukan untuk menghina, bukan sekedar untuk jawab membalas, bukan untuk mengutuki Goiat. Akan tetapi dia menggunakan KUASA PERKATAAN SEBAGAI SENJATA PEPERANGAN ROHANI. Daud tau bahwa peperangan yang sesungguhnya bukan yang di alam nyata, tapi yang ada di alam rohani.

Jadi Daud harus mengucapkan perkataan iman: “Hari ini aku pasti menang, Tuhan sudah menyerahkan engkau ke dalam tanganku, aku akan mengalahkan engkau supaya orang Israel tau bahwa Tuhan menyelamatkan bukan dengan pedang atau lembing, tapi dengan kuasaNya yang dahsyat. Di tangan Tuhanlah pertempuran dan Ia sudah menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.” Dan seperti IMANNYA YANG DIUCAPKAN MELALUI KUASA PERKATAAN, maka itulah yang dilakukan Tuhan bagi Daud sehingga Daud berhasil mengalahkan Goliat.

e. Dengarkan baik-baik: Satu-satunya cara untuk mengalahkan SUARA INTIMIDASI adalah dengan KUASA PERKATAAN. Bukan artinya kalau ada orang yang mengata-ngatai anda, langsung anda balas seketika perkataan orang itu. BUKAN!!! Peperangan kita bukan melawan darah dan daging. Yang paling penting adalah kita menggunakan kuasa perkataan kita waktu kita berdoa dalam hadirat Tuhan, bukan waktu emosi. Walaupun kadang ada waktunya juga kita harus menjawab suara intimidasi yang diucapkan orang lain seperti yang dilakukan Daud secara langsung – tapi itupun bukan karena kita emosi marah, tapi kita sedang menggunakan kuasa perkataan sebagai senjata rohani.

f. Gunakan kuasa perkataan! Mengapa? Ketika suara intimidasi itu kita lawan dengan kuasa perkataan Firman Allah, maka sesungguhnya yang terjadi dalam alam roh adalah kita mematahkan serangan musuh, kita menghancurkan kutuk, kita tidak mengijinkan ketakutan dan kecemasan menguasai hati kita, dan kita sedang meluncurkan iman kita sehingga Tuhan bisa bertindak sesuai dengan iman kita terjadi.

g. Kesaksian: Ada banyak perkara yang saya perjuangkan dalam gereja ini, dan sebagian tidak langsung berhasil. Untuk sebagian hal yang sudah berhasil, saya bersukacita dan bersyukur kepada Tuhan. Tapi untuk sebagian hal yang masih belum berhasil, kadang di hati itu menjadi ganjalan tersendiri. Kadang ada suara-suara intimidasi dalam benak saya yang berkata: itu tidak Tuhan jawab, saya ambil langkah yang salah, saya terlalu ambisi, tidak mungkin, tidak ada dana, tidak ada jalan keluar, dst.

Kalau saya terus ijinkan perkataan seperti itu berdengung di benak saya, maka hati saya akan menjadi cemas dan takut seperti bangsa Israel dan saya berhenti memperjuangkannya, akhirnya sungguh-sungguh gagal. Akan tetapi setiap kali suara intimidasi muncul, setiap kali fakta di lapangan menunjukkan bahwa kita belum berhasil, saat itu saya senantiasa berkata: Di dalam nama Tuhan Yesus, kemenangan pasti Tuhan berikan. Cepat atau lambat pasti kita akan melihat jawaban Tuhan yang luarbiasa. Bahkan kalau yang kita usahakan sekarang ini belum berhasil, saya percaya sesungguhnya Tuhan menyediakan yang lebih baik, yang lebih luarbiasa, dan yang lebih hebat bagi kita. Saya lawan suara intimidasi itu dengan Kuasa Perkataan Firman Allah.

Dan mari saya saksikan kepada saudara: Satu per satu Perkataan Iman yang saya ucapkan itu digenapi Tuhan. Setiap ibadah bertumbuh bahkan bermultiplikasi. Setiap kelompok sel berkembang dan bermultiplikasi. Tempat-tempat baru Tuhan berikan. Orang-orang yang terbaik Tuhan kirimkan menjadi pemimpin dan hamba Tuhan full-time dan full heart di gereja. Dan terus Tuhan bawa kita dari kemenangan pada kemengan sampai kemuliaan Allah dinyatakan sempurna dalam hidup kita.

h. Applikasi:

 BISNIS: Kalau saat ekonomi sedang lesu, BBM naik, biaya usaha naik, tapi order berurang, pengunjung sepi. Jangan dengarkan SUARA INTIMIDASI IBLIS: Engkau pasti gagal, engkau pasti bangkrut, lihat aja tambah sepi, bagaimana dengan masa depanmu, bagaimana dengan hari tuamu, bagaimana dengan anak-anakmu, bagaimana dengan tanggun jawabmu, dst. Semakin anda dengarkan suara intimidasi itu, anda akan seperti bangsa Israel yang cemas dan ketakutan.

Hari ini ambil keputusan gunakan KUASA PERKATAAN: Di dalam nama Tuhan Yesus, bisnisku diberkati Tuhan, tokoku laris, orderan banyak, orderan menumpuk, banyak berkat mengalir, aku pasti berhasil, aku pasti sukses, anak-anakku punya masa depan yang cerah, hati tuaku penuh kebahagiaan, semua tanggung jawabku bisa aku selesaikan dengan baik, dst. Firman Tuhan katakan: Terjadilah sesuai dengan imanmu.

 PELAYANAN: Bahkan dalam KELOMPOK SELpun hukum yang sama terjadi. Saudara berdoa, di dalam nama Tuhan Yesus kelompok selku luarbiasa, dinamis, berkembang. Anggota kelompok selku maju, jadi PKS, bahkan jadi supervisor. PKSku diberkati Tuhan, lebih bertumbuh, lebih dewasa, lebih pengertian. Apan yang kita ucapkan dengan iman, itu yang akan Tuhan lakukan.

 KESEHATAN: Kalau saat ini ada sakit penyakit di tubuh anda atau orang yang anda kasihi. Jangan katakan perkataan yang negatif: Aku migran, aku maag, aku jantungan, aku sakit-sakitan, badanku lemah, dst. Gunakan kuasa perkataan: Di dalam nama Yesus, aku kuat, aku sehat, aku sembuh. Suamiku bangkit, suamiku sadar dari komanya, sembuh dari kankernya, dan kami sekeluarga akan melayani Tuhan. Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya.

 PEKERJAAN: Bahkan kalau saat ini anda sedang mengajukan lamaran pekerjaan di berbagai perusahaan, berdoalah dengan kuasa perkataan: Di dalam nama Tuhan Yesus, proposalku diterima, aku dapat pekerjaan, aku dapat promosi, aku dapat kenaikan gaji, bosku mengasihi aku, bosku baik sama aku, aku diberkati Tuhan, aku sukses, aku berhasil, dan aku jadi berkat, dan nama Tuhan dipermuliakan.

i. Kesaksian: Suatu ketika ada seorang anggota jemaat yang dioperasi karena suatu sakit penyakit. Akan tetapi setelah operasi itu selesai, dia tidak juga sadar dari komanya. Ditunggu sekian waktu, orang tersebut tidak juga sadar dari komanya.

Akhirnya seorang hamba Tuhan datang dan berdoa untuk orang tersebut. Dan tiba-tiba Tuhan berbicara kepada dia: Gunakan kuasa perkataan bahwa orang ini akan sadar, bangkit, meninggalkan rumah sakit ini, dan bersaksi mempermuliakan Allah. Dia langsung tangkap RHEMA FIRMAN TUHAN ini. Jadi setiap kali dia datang dan membesuk orang ini, dia senantiasa berdoa: Di dalam nama Tuhan Yesus, engkau sadar, engkau bangkit, engkau tinggalkan rumah sakit ini, dan engkau bersaksi mempermuliakan nama Tuhan.

Memang tidak langsung, akan tetapi hamba Tuhan ini tidak menyerah dan dia terus berdoa seperti itu. Sampai suatu saat pada bulan yang ketiga ketika dia datang dan membesuk orang ini dan mengucapkan doa yang sama, tiba-tiba orang yang tadinya koma tidak sadar selama sekian waktu, sadar kembali bisa duduk, bahkan kemudian bangkit dari tempat tidurnya. Dan tidak lama kemudian keluar dari rumah sakit itu serta mulai melayani Tuhan dan bersaksi dimana-mana mujiza yang Tuhan kerjakan dan nama Tuhan dipermuliakan.

BERSAMBUNG…
Komentar dan masukkan anda sangat saya harapkan. Leave comment please for my post.. Thx a lot

Masukkan email anda untuk berlangganan artikel dari Blog ini

TRANSLATE TO ENGLISH

About Jafeto

Lovely, Care, Analyse anything... Love to singing, reading, writing, dancing (hip-hop)...
This entry was posted in Iman, pertumbuhan rohani. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s