Tolong, Saya Mau Bertumbuh! 4

Ps. Jonathan Setiawan
Rahasia Mengalami Pertumbuhan Rohani

Kita harus bisa memilih dan berkomitmen dalam sebuah gereja lokal yang baik.
Kita harus bisa menjadi murid yang baik.
Ikuti acara-acara khusus dari gereja lokal anda yang membantu pertumbuhan rohani anda.

Kita harus terlibat dalam pelayanan.
Kita harus bisa membangun DISIPLIN ROHANI secara pribadi.
Kita harus bisa mengatasi kekecewaan pada pendeta dan gereja.

a. Kekecewaan adalah masalah yang sangat banyak dialami oleh orang Kristen. Dan kekecewaan pada pendeta dan gereja adalah masalah yang paling menilmbulkan dampak yang negatif bagi pertumbuhan rohani kita. Kalau kita kecewa pada orang lain, mungkin justru kita bisa semakin mendekat pada Tuhan, rajin ke gereja, dan mengalami pertumbuhan rohani yang pesat. Akan tetapi ketika kita mengalami kekecewaan dengan pendeta dan gereja, maka kemungkinan besar kita akan mengalami kemunduran dalam kehidupan rohani kita, dan bahkan bisa-bisa kita juga ikut kecewa kepada Tuhan. Oleh karena itu, kalau kita ingin mengalami pertumbuhan rohani yang baik, maka kita harus bisa mengatasi kekecewaan pada pendeta dan gereja.

b. Bagaimana caranya?

Kita harus menyadari bahwa semua pendeta dan gereja tidak sempurna.
Kalau kita beranggapan bahwa pendeta adalah manusia yang sempurna, maka kita akan mempunyai pengharapan supaya pendeta atau gereja tidak akan pernah melakukan kesalahan. Itu sebabnya ketika seorang pendeta atau gereja melakukan suatu kesalahan atau sesuatu yang tidak kita setujui, dengan sangat mudah kita akan menjadi kecewa dan akhirnya undur dari Tuhan.

Ingat bahwa 12 murid langsung Tuhan Yesuspun tidak sempurna dan kerap kali mendapat teguran dari Tuhan Yesus, akan tetapi tetap saja mereka yang dipilih Tuhan untuk menjadi rasul-rasul pendiri gereja. Kalau 12 murid langsung Tuhan Yesus saja tidak sempurna, bagaimana mungkin kita berharap bahwa pendeta kita atau gereja kita sempurna? Itu sebabnya kita harus merubah pola pikir kita terlebih dahulu bahwa pendeta dan gereja kita memang tidak sempurna, memang bisa melakukan kesalahan, dan memang mempunyai kekurangan. Mungkin justru itu penyebabnya, kita ditempatkan Tuhan berada dalam gereja tersebut sehingga kita bisa memperlengkapi dan membangun gereja untuk masuk dalam proses penyempurnaan yang terus-menerus sampai suatu saat nanti Tuhan Yesus datang yang kedua kalinya, maka pada saat itu gereja Tuhan akan menjadi gereja yang tidak bercacat dan bercela.

Kita tidak boleh menjelek-jelekkan kekurangan dan kelemahan pendeta atau gereja kita.

Rom 14:4a Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri.

Sadarkah kita bahwa pendeta adalah hamba Tuhan? Alkitab sudah memperingatkan kita terlebih dahulu bahwa jatuh bangunnya seorang hamba adalah urusan tuannya sendiri, bukan urusan orang lain. Oleh karena itu, sesungguhnya jatuh bangunnya seorang hamba Tuhan adalah urusan Tuhan. Siapa kita sehingga kita berani menghakimi hamba Tuhan? Bukankah penghakiman terhadap hamba adalah urusan dan hak tuannya sendiri? Siapa kita berani mengambil haknya Tuhan dalam menghakimi hambaNya sendiri? Bukankah akhirnya kita akan berhadapan dengan Tuhan sendiri yang juga akan menghakimi kita sesuai dengan ukuran yang kita pakai untuk menghakimi orang lain?

Seandainya saja kita tidak puas dengan pelayanan yang kita terima dari karyawan sebuah toko dan kemudian kita menjelek-jelekkan karyawan tersebut, sebenarnya yang mengalami kerugian lebih besar adalah pemilik toko tersebut karena toko tersebut akan ditinggalkan oleh pelanggan yang mendengar ketidakpuasan kita. Sama halnya dengan gereja, kalau kita tidak puas dengan hamba Tuhan atau pendeta yang ada di gereja tersebut, dan kemudian kita menjelek-jelekkan hamba Tuhan tersebut, maka sesungguhnya yang mengalami kerugian lebih besar adalah Pemilik Gereja, yaitu Tuhan sendiri. Pada akhirnya gereja Tuhan akan ditinggalkan, banyak orang undur, dan nama Tuhan tidak dipermuliakan, sebaliknya dipermalukan. Jangan sampai anda ambil bagian dalam mempermalukan Tuhan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Oleh karena itu, jangan sampai kita ikut-ikutan dengan orang lain yang berani menjelek-jelekkan hamba Tuhan baik secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi. Bahkan jangan bersedia untuk terlibat dalam pembicaraan yang tidak secara langsung menjelek-jelekkan seorang hamba Tuhan, akan tetapi pembicaraan tersebut bisa menimbulkan image / pandangan yang kurang baik terhadap seorang hamba Tuhan. Bahkan tegur mereka yang berani seperti itu! Mari kita hormati Tuhan dengan menghormati hamba Tuhan. Mari kita berdoa supaya Tuhan menolong dan membantu pendeta kita untuk terus-menerus masuk dalam proses penyempurnaan Tuhan sama seperti yang harus kita alami sendiri.

Jagalah lidah supaya jangan dari lidah yang sama keluar berkat sekaligus kutuk! Biarlah kita memakai lidah kita untuk mengucap berkat! Biarlah kita memakai perkataan kita untuk membangun dan menyaksikan cinta kasih Tuhan sehingga nama Tuhan dipermuliakan.

Kita harus berani menyelesaikan masalah kita dengan pendeta kita secara dewasa.
Kalau kita mempunyai masalah secara pribadi dalam gereja dengan pendeta kita, maka sebaiknya kita mengambil langkah yang bijaksana dengan cara menyelesaikan secara dewasa langsung dengan pendeta tersebut.

Bagaimana caranya?
– Minta waktu untuk bertemu.
– Ceritakan ganjalan dan uneg-uneg anda.
– Terbukalah untuk mendengarkan perkataan pendeta tersebut (jangan-jangan ada hal-hal tertentu yang belum kita ketahui yang bisa membuat pemikiran kita berbeda).
– Saling mendahului meminta maaf.
– Saling melepaskan pengampunan.
– Saling mendoakan dalam kasih Kristus.

Di gereja kita ada SMS PENGGEMBALAAN yang berfungsi sebagai media komunikasi antara jemaat dengan gereja dan gembala sidang. Anda bisa menyampaikan masukan, pertanyaan, masalah, dst. Saya percaya kasih Kristus akan memulihkan hati dan hubungan kita.

Kalau masalah tersebut memang sudah tidak bisa diselesaikan, maka kita mempunyai 2 pilihan:
1. Kita tetap setia dalam gereja tersebut dengan menerima apa adanya semua kekurangan dan kelemahan pendeta maupun gerejanya.
Ini adalah jalan yang terbaik asalkan kehidupan rohani kita masih bisa terus bertumbuh dalam gereja tersebut.

2. Atau kalau masalah itu berakibat kita tidak bisa lagi bertumbuh secara rohani di gereja tersebut, maka kita bisa mengundurkan diri dengan baik-baik tanpa menjelek-jelekkan pendeta atau gereja kita dan mencari gereja lain yang bisa membina pertumbuhan rohani kita dengan baik.

Kenapa? Inti sebuah gereja adalah wadah yang membantu kita untuk bertumbuh secara rohani. Kalau karena penyebab-penyebab tertentu, kita memang benar-benar tidak bisa mengalami pertumbuhan rohani, mungkin lebih bijaksana bagi kita untuk mengundurkan diri dengan baik-baik tanpa menjelek-jelekkan pendeta atau gereja kita dan mencari gereja lain yang bisa membantu pertumbuhan rohani kita dengan lebih baik.

Kalau kita mengalami kekecewaan dan kemudian mengundurkan diri serta pindah ke gereja lain, itu sesuatu yang wajar asal dilakukan dengan hati dan cara yang baik. Akan tetapi kalau hal ini terjadi berulang kali dari terus menerus sehingga kita berpindah-pindah dari satu gereja ke gereja lain secara konsisten terus-menerus, maka mungkin kita perlu berhenti sebentar dan merenung dengan baik: Jangan-jangan yang bermasalah bukan gerejanya, tapi saya sendiri! Kalau kita bermasalah dengan 1 orang, itu wajar. Tapi kalau kita bermasalah dengan semua, jangan-jangan ada sesuatu yang perlu kita perbaiki dalam diri kita sendiri dalam hal kehidupan bergereja.

Jangan sampai ini menjadi sebuah kebiasaan karena orang yang membuat pindah ke gereja sebagai sebuah kebiasaan, pada akhirnya akan menemukan dirinya sendiri mengalami kekeringan rohani, kekecewaan dengan seluruh tubuh Kristus, dan akhirnya bisa undur dari Tuhan.

§ Kita tidak boleh memecah tubuh Kristus dengan alasan apapun juga.

Saya percaya bahwa tidak ada perpecahan gereja manapun yang menyukakan hati Tuhan. Semua perpecahan gereja mendukakan hati Tuhan. Itu sebabnya seandainya kita memutuskan untuk mengundurkan diri dari gereja kita, maka jangan sampai kita terlibat dalam aktivitas / gerakan apapun untuk memecah gereja. Ingat bahwa Tuhanlah pemilik gereja. Oleh karena itu, tidak mungkin Tuhan merestui siapapun dan apapun juga yang mempunyai tujuan untuk memecah gereja.

Ketika kita merusak rumah seseorang, maka kita akan berhadapan dengan pemilik rumah tersebut. Demikian pula ketika kita merusak gereja, maka yang kita hadapi adalah Sang Pemilik gereja, yaitu: Tuhan sendiri. Jadi jauhkan diri anda dari kesepakatan apapun untuk memecah gereja. Itu hanya akan mendatangkan kutuk dan kehancuran atas kehidupan anda.

Kalau memang anda akan pindah dari sebuah gereja, lakukan itu secara pribadi dan dengan cara yang menyenangkan hati Tuhan. Sebisa mungkin jangan rusak hubungan anda dengan saudara seiman yang lain dan pemimpin rohani yang selama ini sudah menaburkan benih-benih Firman Allah dalam kehidupan anda. Tunjukkan bahwa anda mempunyai niat yang baik dan motivasi yang lurus. Buktikan bahwa keluarnya anda dari gereja bukan untuk memecah gereja, tapi supaya kehidupan rohani anda yang sekarang ini mengalami kekeringan dan stagnasi terus-menerus bisa bertumbuh kembali dan bahkan menghasilkan buah-buah yang banyak bagi Kerajaan Allah. Lakukan itu dengan etika seorang Kristen, karena dengan demikianlah nama Tuhan dipermuliakan.

Bergabung dalam Kelompok Sel.

Act 5:42 Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.

Perhatikan cara hidup jemaat gereja mula-mula: mereka berkumpul di Bait Allah dan di rumah-rumah. Kalau di Bait Allah saja sudah cukup, saya percaya jemaat mula-mula tidak akan repot-repot berkumpul di rumah-rumah juga. Jangan-jangan ada sesuatu yang mereka sadari, tapi banyak orang Kristen modern sekarang ini belum menyadarinya sehingga mereka berkumpul di Bait Allah dan di rumah-rumah, sedangkan kita berkumpul hanya di Bait Allah 1 minggu 1x.

Tidak heran kalau kegerakan yang terjadi di tengah-tengah mereka lebih besar daripada yang dialami gereja sekarang ini. Tidak heran kalau jiwa-jiwa yang diselamatkan jauh lebih banyak di gereja mula-mula daripada kebanyakan gereja jaman sekarang ini. Tidak heran juga kalau jemaat mula-mula adalah jemaat yang berakar dalam Firman Allah, sedangkan banyak jemaat gereja sekarang ini adalah orang Kristen yang lemah dan tidak bertumbuh secara rohani.

Saya percaya ketika kita mempraktekkan gaya hidup jemaat mula-mula, maka apa yang mereka alami akan mulai kita alami dalam kehidupan kita. Ketika kita berkumpul bukan hanya di Bait Allah, tapi juga di rumah-rumah, maka pertumbuhan rohani yang sangat pesat akan kita alami dan buah-buah yang nyata dalam pelayanan akan kita hasilkan bagi Kerajaan Allah. Itu sebabnya saya dorong anda untuk bergabung dalam kelompok sel di rumah-rumah.

Efesus 2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,

Jangan jadi ‘orang asing dan pendatang’ dalam gereja anda sendiri dengan hanya mengikuti ibadah di Bait Allah. Akan tetapi jadilah ‘kawan sewarga dan anggota-anggota’ keluarga Allah dengan bergabung dalam kelompok sel.

Jemaat yang tidak bergabung dalam kelompok sel, hanya berjumpa 1 minggu 1x dalam ibadah minggu, itupun dalam kerumunan orang banyak. Akibatnya tidak ada hubungan, persekutuan, pengenalan, pengajaran, pemuridan, bagi hidup, bicara dari hati ke hati, sehingga seolah-olah kita menjadi ‘orang asing dan pendatang’ dalam gereja kita sendiri. Bukan ini yang dikehendaki oleh Tuhan.

Saya percaya bahwa gereja harusnya seperti keluarga. Itu sebabnya ada yang namanya hubungan, persekutuan, pengenalan, pengajaran, pemuridan, bagi hidup, bicara dari hati ke hati, dst. Dalam kelompok sellah ini semua bisa dilakukan. Dalam kelompok sellah, maka kita bisa sungguh-sungguh menjadi kawan sewarga yang tidak asing dan anggota-anggota yang bukan sekedar pendatang dalam keluarga Allah.

Saat itulah kita akan menikmati tingkat pertumbuhan rohani yang seharusnya kita alami dan saat itulah kita akan menghasilkan buah-buah yang luarbiasa sehingga Kerajaan Allah terus diperluas dan ditegakkan di bumi seperti di Surga. Jangan tunda dan segera bergabung dalam kelompok sel.

About Jafeto

Lovely, Care, Analyse anything... Love to singing, reading, writing, dancing (hip-hop)...
This entry was posted in pertumbuhan rohani. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s