Tolong, Saya Mau Bertumbuh! 2

Ps. Jonathan Setiawan
Rahasia Mengalami Pertumbuhan Rohani

Kita harus bisa memilih dan berkomitmen dalam sebuah gereja lokal yang baik.
Kita harus bisa menjadi murid yang baik.

a. Baca Matius 28:19-20!!!
19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

b. Pemuridan adalah kunci kemajuan. Kalau kita ingin bisa bermain gitar, maka kita harus dimuridkan oleh orang yang sudah lebih dahulu bisa bermain gitar. Kalau kita ingin bisa berenang, maka kita harus dimuridkan oleh orang yang sudah lebih dahulu bisa berenang daripada kita. Kalau kita ingin bisa mengendarai mobil, maka kita perlu belajar dan menjadi murid seseorang yang sudah terlebih dahulu bisa mengendarai mobil. Demikian pula kalau kita ingin mengalami pertumbuhan rohani yang baik, maka kita harus dimuridkan dan dilatih oleh seseorang yang lebih rohani daripada kita.

c. Tentunya ada orang-orang yang bisa belajar sendiri untuk bermain gitar, berenang, dan mengendarai mobil, tanpa dilatih khusus oleh seorang guru. Akan tetapi itu butuh proses yang lebih lama, lebih sulit, dan lebih sakit. Demikian pula dalam kehidupan rohani, ada sebagian orang yang bisa belajar sendiri dan tetap mengalami pertumbuhan rohani, tanpa dimuridkan secara khusus. Akan tetapi kita harus menyadari bahwa proses itu akan memakan waktu lebih lama, lebih sulit, dan lebih sakit. Bahkan ada sebagian yang akhirnya undur atau malah tersesat.

d. Yosua adalah murid yang baik dari Musa.

Belajarlah dari Yosua! Bagaimana dia bertumbuh dari seorang anak muda menjadi seorang pemimpin besar yang memimpin Bangsa Israel untuk masuk dan menduduki Tanah Perjanjian? Semuanya itu tidak luput dari kesetiaan dan kesediaan Yosua untuk dimuridkan Musa. Dia menjadi hamba yang melayani Musa dan Musa menjadi pemurid yang mengajar dan melatih dia.

Bilangan 11:25-29
25 Lalu turunlah TUHAN dalam awan dan berbicara kepada Musa, kemudian diambil-Nya sebagian dari Roh yang hinggap padanya, dan ditaruh-Nya atas ketujuh puluh tua-tua itu; ketika Roh itu hinggap pada mereka, kepenuhanlah mereka seperti nabi, tetapi sesudah itu tidak lagi. 26 Masih ada dua orang tinggal di tempat perkemahan; yang seorang bernama Eldad, yang lain bernama Medad. Ketika Roh itu hinggap pada mereka–mereka itu termasuk orang-orang yang dicatat, tetapi tidak turut pergi ke kemah–maka kepenuhanlah mereka seperti nabi di tempat perkemahan. 27 Lalu berlarilah seorang muda memberitahukan kepada Musa: “Eldad dan Medad kepenuhan seperti nabi di tempat perkemahan.” 28 Maka menjawablah Yosua bin Nun, yang sejak mudanya menjadi abdi Musa: “Tuanku Musa, cegahlah mereka!” 29 Tetapi Musa berkata kepadanya: “Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka!”

Perhatikan kata ‘YANG SEJAK MUDANYA MENJADI ABDI MUSA’! Artinya Yosua adalah seorang murid yang setia. Dia tidak hanya menjadi abdi Musa 1 atau 2 tahun saja. Sejak masa mudanya sampai Musa meninggal dunia, Yosua adalah murid yang setia.

Perhatikan lagi perkataan Musa tentang Yosua: ‘APAKAH ENGKAU BEGITU GIAT MENDUKUNG DIRIKU?’ Bukan hanya Yosua menjadi murid yang setia, tapi Yosua begitu giat mendukung Musa, dia sungguh-sungguh berpihak pada Musa, dia membela Musa, dia melindungi posisi Musa, dst. Memang Yosua adalah gambaran seorang murid yang luarbiasa.

Bahkan yang lebih luarbiasa lagi adalah sikap dan tingkah laku Yosua setelah Musa meninggal dunia dan setelah dia menggantikan posisi Musa untuk memimpin Bangsa Israel. Biasanya sebagian orang sikap hormatnya ditunjukkan hanya kalau di depan gurunya atau selama gurunya masih hidup, akan tetapi berbeda dengan Yosua, setelah gurunya meninggal duniapun, kesetiaannya sebagai seorang murid terus terpancar secara luarbiasa.

Yosua 8:32, 35
32 Dan di sanalah di atas batu-batu itu, dituliskan Yosua salinan hukum Musa, yang dituliskannya di depan orang Israel.
(Yosua tidak membuat hukumnya sendiri untuk Bangsa Israel. Dia tidak mengganti Hukum Musa menjadi Hukum Yosua. Akan tetapi dia memilih untuk menulis salinan hukum Musa).

35 Tidak ada sepatah katapun dari segala apa yang diperintahkan Musa yang tidak dibacakan oleh Yosua kepada seluruh jemaah Israel dan kepada perempuan-perempuan dan anak-anak dan kepada pendatang yang ikut serta.
(Wow… setelah Musa meninggal duniapun, Yosua masih membacakan setiap perkataan dan perintah Musa. Bahkan Alkitab mencatat bahwa tidak ada sepatah ketapun dari segala yang diperintahkan Musa yang tidak dibacakan oleh Yosua. Yosua tidak berusaha untuk ‘cari muka’ sendiri. Sebaliknya Yosua memberikan penghormatan pada gurunya itu).

Yosua 11:15 Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, hamba-Nya itu, demikianlah diperintahkan Musa kepada Yosua dan seperti itulah dilakukan Yosua: tidak ada sesuatu yang diabaikannya dari segala yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
(Ternyata kesetiaan Yosua sebagai seorang murid bukan hanya perkataan saja, dia buktikan dengan tindakannya. Sampai-sampai Alkitab juga mencatat bahwa tidak ada sesuatu yang diabaikan Yosua dari segala yang diperintahkan Tuhan kepada Musa. Sungguh luarbiasa!).

Tidak heran kalau hari demi hari Yosua semakin bertumbuh dalam pengurapan, hikmat, dan otoritas. Tidak heran juga kalau suatu saat Tuhan memerintahkan Musa untuk MEMILIH YOSUA SEBAGAI PENGGANTINYA (BUKAN ANAKNYA SENDIRI). Inilah yang membuat Yosua berhasil dalam kepemimpinannya, yaitu memimpin Bangsa Israel masuk ke Tanah Perjanjian. Rahasianya adalah pemuridan.

Yosua 4:14 Pada waktu itulah TUHAN membesarkan nama Yosua di mata seluruh orang Israel, sehingga mereka takut kepadanya, seperti mereka takut kepada Musa seumur hidupnya.

Belajarlah dari Yosua! Jadilah seorang murid seperti Yosua! Karena dia bisa menjadi seorang murid yang baik, pada akhirnya dia yagn dipilih dan diangkat melebihi orang-orang lain, termasuk Kaleb. Yang membedakan Yosua dengan Kaleb adalah karena Yosua seorang abdi dan murid yang baik yang melayani Musa dengan segenap hatinya. Jadilah murid yang baik!

e. Masih ingat dengan kisah Elia dan Elisa?! Bagaimana mungkin Elisa yang masih muda bisa bertumbuh menjadi seorang nabi besar yang sangat diurapi Allah? Saya percaya itu semua terjadi karena Elisa bersedia merendahkan dirinya untuk dimuridkan dan mengikuti Elia dengan setia. Elisa memperhatikan segala sesuatu yang dilakukan dan diajarkan Elia. Elisa dengan kesungguhan hati melayani Elia. Dan ketika waktunya tiba dan Tuhan mengangkat Elia, maka Elisa menerima urapan dua kali ganda daripada yang dimiliki Elia. Dalam Alkitab tercatat, bahwa jumlah mujizat yang dilakukan Elisa dua kali banyaknya dibanding yang dilakukan Elia. Kenapa? Rahasianya Elisa bersedia merendahkan diri dan dimuridkan Elia.

f. Dalam Perjanjian Baru, kita bisa melihat kisah tentang Paulus dan Timotius. Bagaimana mungkin seorang Timotius yang tadinya adalah orang muda yang biasa-biasa saja, bisa berubah menjadi seorang pemimpin jemaat yang menggembalakan gereja terbesar di jamannya?! Jawabannya adalah Timotius bersedia bahkan memiliki kerinduan yang besar untuk dimuridkan Rasul Paulus. Bahkan Rasul Paulus mengangkat dia menjadi anak rohaninya sendiri. Itu sebabnya Timotius yang tidak ada apa-apanya bisa melejit meninggalkan teman-teman seusianya dan menjadi seorang gembala sidang yang sangat berhasil. Aoa rahasianya? Pemuridan.

g. Kesaksian: Dalam kehidupan rohani dan pelayanan saya, saya harus mengakui bahwa saya bisa ada sebagaimana saya ada sekarang karena saya dimuridkan. Bagaimana saya bisa bertumbuh dari seorang anak muda yang biasa saja menjadi seorang gembala sidang yang dipercaya Tuhan untuk menggembalakan 4000 jemaat? Saya harus jujur dan mengakui bahwa ini semua terjadi karena saya bersedia untuk dimuridkan oleh gembala senior saya, yang sekaligus adalah papa saya sendiri, Bp Pdt Obaja Tanto Setiawan. Saat saya mengalami pergumulan dalam hidup saya, saya datang dan menceritakan masalah saya. Saat saya mengalami kemenangan dan terobosan, saya datang dan membagikan kesaksian saya. Saat saya mempunyai ide, saya datang dan berdiskusi dengan Pak Obaja. Saya saya sedih atau mengalami krisis dalam kehidupan pribadi atau keluarga, sayapun juga datang dan menceritakan semua rahasia-rahasia hati saya yang paling dalam. Tidak ada yang saya tutup-tutupi. Saya membuka hati lebar-lebar, saya meminta bimbingan, nasehat, teguran, dan arahan dari Pak Obaja.

Pada saat itulah Pak Obaja mulai membagikan hidupnya dengan saya. Hikmatnya dia berikan, pengalamannya dia ceritakan, pemikirannya dia bagikan, hatinya dia buka, pengurapannya dia impartasikan, dst. Pada saat seperti itulah saya bisa bertumbuh dalam kehidupan rohani dan pelayanan saya dengan sangat pesat. Saya mengalami percepatan dalam perubahan karakter saya sesuai dengan gambaran Kristus, sekaligus saya bertumbuh dalam pelayanan secara pesat melampaui orang-orang seusia saya. Itulah rahasia hidup saya: pemuridan.

h. Itu sebabnya bagi saya, orang Kristen yang tidak mau dimuridkan adalah orang bodoh. Di pemandangan saya, orang Kristen yang merasa bahwa pemuridan tidak penting, adalah orang yang sombong dan sukar mengalami pertumbuhan dengan pesat.

Kalau anda sungguh-sungguh rindu untuk bertumbuh secara rohani, sekarang juga ambil keputusan untuk menjadi murid dan bersedia dimuridkan. Saran saya adalah anda bergabung dalam sebuah kelompok sel dan minta PKS (Pemimpin Kelompok Sel) anda untuk memuridkan anda.

Jangan menunggu dia memuridkan anda! Ingat bahwa andalah yang butuh dimuridkan lebih daripada dia butuh memuridkan anda! Oleh karena itu, jangan menunggu dia datang kepada anda. Miliki kerendahan hati! Miliki keterbukaan, kesiapan dan kesetiaan!

Dekatilah dia, mintalah waktu, minta dia memuridkan anda. Ceritakan pergumulan-pergumulan pribadi anda! Ceritakan masalah-masalah yang anda hadapi! Saksikan pengalaman akan mujizat dan berkat yang anda alami! Ceritakan ide-ide anda! Minta dia untuk mengoreksi anda dengan tegas! Minta dia untuk menegur dan melatih bagian-bagian yang masing lemah dan kurang dalam kehidupan anda! Minta dia memarahi dan mendisiplin anda dalam kasih! Jangan lupa berkati dia dengan doa anda, perhatian anda, sekaligus kasih anda! Maka lihatlah anda pasti akan mengalami pertumbuhan rohani yang luarbiasa dan kemajuan yang pesat dalam pelayanan sehingga anda bisa menghasilkan buah-buah yang luarbiasa bagi Kerajaan Allah.

Ikuti acara-acara khusus dari gereja lokal anda yang membantu pertumbuhan rohani anda.

i. Ibrani 10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Perhatikan kata ‘PERTEMUAN-PERTEMUAN’! Artinya yang namanya ibadah bukan hanya pertemuan ibadah Minggu saja, akan tetapi ada pertemuan-pertemuan lain yang akan bermanfaat bagi pertumbuhan rohani kita. Itu sebabnya Alkitab menasihatkan kita supaya jangan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah itu, seperti yang dibiasakan oleh beberapa orang.

Rupanya ada orang-orang yang membiasakan diri untuk jadi orang Kristen universal – bagi mereka ini yang penting adalah percaya Yesus, tidak perlu ke gereja, dan pasti bisa masuk Surga. Mereka membiasakan diri untuk tidak mengikuti pertemuan-pertemuan ibadah. Jangankan pertemuan-pertemuan, ibadah minggu saja masih tanda tanya.

Alkitab sudah jauh-jauh hari menasihatkan kepada kita: supaya kita semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang semakin dekat. Pertemuan-pertemuan ibadah inilah yang akan bermanfaat sebagai multivitamin bagi pertumbuhan rohani kita, sehingga kita tidak hanya tercukupi kebutuhan rohani saja, akan tetapi bisa bertumbuh menjadi manusia roh yang kuat.

j. Seorang dokter yang sudah lulus kuliah dan mempunyai berbagai macam gelar dan telah praktek selama bertahun-tahunpun masih perlu untuk mengikuti seminar-seminar kesehatan, pelatihan-pelatihan tentang perkembangan teknologi dan matode-metode baru dalam ilmu kedokteran. Mengapa? Tanpa inisiatif dari dokter itu untuk terus belajar, maka pada akhirnya dia akan menjadi dokter yang ketinggalan jaman, buta terhadap teknologi yang baru, dan tidak mengetahui adanya metode-metode yang lebih hebat dalam penanganan pasien. Akibatnya cepat atau lambat, pasti dokter seperti ini mengalami kemunduran dan kegagalan dalam pekerjaannya.

k. Sama halnya dengan pertumbuhan rohani kita, sekalipun kita sudah jadi orang Kristen dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, bahkan sudah pergi ke gereja bertahun-tahun, kita masih perlu untuk mengikuti acara-acara khusus yang bisa membantu dan menyegarkan pertumbuhan rohani kita. Mengapa? Kalau kita hanya jadi orang Kristen yang pasif dan pergi ke gereja seminggu sekali, maka pada akhirnya kita tidak akan lagi mengalami kemajuan apapun dan akhirnya kita akan stagnasi. Kita tidak mendapatkan pewahyuan-pewahyuan baru akan Firman Allah yang luarbiasa. Kehidupan rohani kita lambat laun akan menjadi kering dan akhirnya mengalami kemunduran.

l. Itu sebabnya kita perlu mengikuti acara-acara khusus yang bisa membantu pertumbuhan rohani kita. Apa saja acara-acara itu?

§ Seminar dan KKR yang dilayani oleh hamba Tuhan tertentu yang memiliki pengurapan khusus di bidang tertentu.
Kita harus menyadari bahwa ada hamba-hamba Tuhan tertentu yang dipakai Tuhan secara khusus di bidang tertentu. Kalau dia menyampaikan Firman Allah tentang topik itu, maka kita bisa mendapatkan sesuatu yang baru dan membuat kita mengalami terobosan dan lompatan maju dalam kehidupan rohani kita. Misal: Kepemimpinan, Iman, Keuangan, dst. Itu sebabnya di gereja kita, secara berkala kita mengundang pendeta tamu yang mempunyai urapan khusus untuk melayani dan memperlengkapi kita dalam KKR dan Seminar yang kita adakan.

§ Pendalaman Alkitab yang berguna bagi pertumbuhan rohani kita.
Kita harus menyadari bahwa Firman Tuhan yang disampaikan dalam ibadah mingguan gereja berbeda dengan pengajaran yang kita terima dalam pendalaman Alkitab. Khotbah mingguan gereja disampaikan para pengkhotbah sesuai dengan tuntunan Tuhan untuk minggu itu. Akan tetapi dalam pendalaman Alkitab, kita akan diajar tentang doktrin-doktrin dan dasar-dasar kekristenan. Ini adalah pengajaran-pengajaran yang tidak dikhotbahkan terus-menerus dalam khotbah minggu. Jadi kalau kita hanya mendengarkan khotbah minggu, kita tidak akan memiliki dasar-dasar kekristenan yang kuat. Itulah yang akan menyebabkan kehidupan rohani kita menjadi lemah, sebentar naik sebentar turun, sebentar maju sebentar mundur. Kita harus menjadi orang Kristen yang kuat. Dalam kelas-kelas pedalaman Alkitablah, kita akan belajar untuk menjadi orang Kristen yang memiliki dasar kekristenan yang kuat.

Di gereja kita, nama untuk pendalaman Alkitab ini adalah SPK (Sekolah Pekerja Kristus). Dalam SPK ini, kita akan diajar bagaimana caranya bertumbuh dari orang Kristen baru sampai menjadi dewasa rohani dan bahkan melayani Tuhan serta menghasilkan buah-buah yang luarbiasa bagi Kerajaan Allah.

§ Retreat-retreat khusus yang bisa membantu pertumbuhan rohani kita.
Gereja kita mempunyai Retreat Encounter yang didesain khusus untuk melayani kesembuhan batin, kelepasan ikatan dosa, kelepasan okultisme, dan kepenuhan Roh Kudus. Banyak orang yang sudah bertahun-tahun jadi orang Kristen tapi masih memendam kekecewaan dan sakit hati, terikat dengan dosa, dibelenggu oleh berbagai macam ikatan okultisme, dan belum mengalami kepenuhan Roh Kudus. Kalau kita hanya datang di gereja setiap minggu saja, maka tidak akan ada waktu khusus untuk melayani kita secara intensif. Lain halnya kalau kita mengikuti Retreat Encounter ini, retreat itu memang didesain khusus untuk melayani kita supaya mengalami pemulihan sepenuhnya. Selama 2 hari 1 malam anda akan dilayani, dikonseling, dan didoakan sehingga selesai Retreat Encounter itu, anda bisa menjadi manusia baru yang luarbiasa.

Gereja kita juga mempunyai sebuah retreat yang dinamakan ESBC yang didesain khusus untuk melatih kita menjadi tentara Allah yang radikal dan pemimpin yang kuat. Tentunya sebagai orang Kristen kita tidak mau menjadi orang Kristen yang asal-asalan. Ketika kita mengikuti ESBC ini, kita akan digembleng dan ditanamkan nilai komitmen, penundukan diri, ketaatan, pengorbanan, kerjasama tim, melayani Tuhan, dst. Saya dorong anda yang belum ikut ESBC untuk mengikuti. Saya percaya anda pasti akan mengalami pertumbuhan rohani yang luarbiasa ketika mengikuti ESBC ini.

§ Dst.

m. Ada banyak acara-acara dan program-program yang bisa anda ikuti sehingga anda bisa mengalami pertumbuhan rohani yang lebih maju lagi. Akan tetapi saya ingin mengingatkan anda supaya hati-hati dalam mengikuti acara-acara seperti itu karena kalau acara itu diadakan oleh pihak-pihak tertentu yang mempunyai tujuan-tujuan tertentu, pada akhirnya bukannya membantu, tapi malah merusak pertumbuhan rohani anda. Itu sebabnya saya sarankan anda untuk mengikuti acara-acara dan program-program yang gereja kita adakan. Kita sudah berkotmitmen semaksimal mungkin untuk mengadakan program dan acara yang sangat lengkap sehingga seluruh kebutuhan jemaat bisa tercukupi dalam gereja.

About Jafeto

Lovely, Care, Analyse anything... Love to singing, reading, writing, dancing (hip-hop)...
This entry was posted in pertumbuhan rohani. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s